SELAMAT DATANG DI DESA GALUNGAN. KECAMATAN SAWAN. KABUPATEN BULELENG

Selasa, 23 Agustus 2011

LIMA RIBU LEBIH BIBIT POHON DITANAM


PDF Cetak E-mail
Kamis, 24 Desember 2009 22:11
0diggsdigg
Singaraja, Dinas Kehutanan Kabupaten Buleleng menggelar gerakan penghijauan dan konservasi alam (GPKA) IV serta Gema Mentari IV Kab. Buleleng tahun 2009 dengan menanam lima ribu empat ratus lima puluh bibit pohon, di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kab. Buleleng pada hari Kamis (17/12). Ketua Panitia (GPKA) IV dan Gema mentari IV tahun 2009 Ir. I Komang Gde Yasa dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan GPKA IV dan Gema mentari IV ini untuk mengurangi dampak pemanasan global, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor. Selain itu untuk meningkatkan upaya konservasi sumber daya genetik tanaman hutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan yang sama Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada MM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah kongkrit untuk meningkatkan kepedulian pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon dalam upaya mengurangi dampak pemanasan global dan laju kerusakan hutan. Lebih jauh Bupati mengatakan luas hutan Kab. Buleleng 51.436,21 HA atau 35 % namun belum berfungsi secara optimal karena masih adanya perambahan kawasan hutan, ilegal loging, kebakaran hutan, dll yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Disamping itu juga fakta yang terjadi di masyarakat banyak ahli fungsi lahan yang semula merupakan tanaman perkebunan menjadi tanaman komersial pertanian sehingga memunculkan lahan potensial kritis dan terjadinya degradasi lingkungan. Sehubungan dengan hal tersebut, Bupati berharap masyarakat buleleng ikut serta menjaga dan melestarikan hutan dengan cara tidak merambah, membakar, mencuri kayu hutan dan pengelolaan SDA yang tidak mentaati kaidah konservasi tanah dan air. Pada kesempatan itu pula, Bupati juga menyerahkan hadiah berupa uang tunai sebesar 1.5 juta dan piagam untuk juara lomba Kelompok tani penghijauan (KTP) dan penyuluhan kehutanan lapangan (PKL) teladan tingkat kab. Buleleng yang diraih oleh KTP Bingin, Dusun Bingin, Desa Galungan, Kec. Sawan. Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan DPRD Buleleng, Sekda Buleleng, Asisten, Kejaksaan Negeri, dan Kepala SKPD Kab. Buleleng.(dwi).

PROFIL DESA GALUNGAN



I.            Nama Desa          : Desa Galungan
II.           Sejarah Desa
Menurut cerita orang tua Desa ini dahulu terletak disebelah utara  300 m dari pusat Desa sekarang dan tempat tersebut diberi nama Gainang.
Menurut penuturan para tetua bahwa pada waktu warga desa mengadakan persiapan upacara agama dan ketika para kaum ibu sedang ngayah dipura (mekeet), seekor kijang putih (kidang putih) mendekati ibu-ibu yang sedang mekeet. Melihat keadaan tersebut, secara sepontan masyarakat mengejar dan menangkap kijang tersebut ,  setelah berhasil ditangkap, kijang itu pun disembelih dan dagingnya dibagi-bagi oleh seluruh warga desa. Berselang beberapa lama setelah peristiwa tersebut , warga masyarakat ditimpah wabah penyakit (Bah Bedeg) dan hampir setiap KK anggota keluarganya ada yang kena penyakit dan meninggal. Keadaan tersebut konon berlangsung setiap hari sehingga mayat-mayat tidak ada lagi yang mengubur dan membusuk dan berserakan diseluruh wilayah desa. . Lama-kelamaan mayat tersebut hanya tinggal tulang yang sudah mengerin (selling), keadaan tulang  belulang manusia mengering ini disebut megaing yang artinya tulang yang mongering tidak terkubur.
Warga masyarakat yang masih hidup, bersepakat untuk pindah dari tempat semula menuju kesebelah selatan , yaitu di pusat Banjar Desa sekarang, konon perpindahan warga tersebut bertepatan dengan Hari Raya Galungan, sehingga wilayah pemukiman yang baru itu langsung diberinama Desa Galungan.
Adapun bukti-bukti yang dapat dipercaya mengenai kebenaran adanya lokasi yang disebut sebagai bekas lokasi Banjar Seming adalah :
1.      Pada lokasi tersebut banyak ditemukan oleh warga barang-barang perhiasan yang terbuat dari emas dan permata
2.      Bukti lain yang sangat diyakini oleh warga masyarakat Desa Galungan sampai saat ini adalah seringnya terdengar suara kijang (kidang seret) di hutan lindung di sekitar bukit Galungan, suara kijang tersebut diyakini sebagai cirri/bertanda (wangsit) akan terjadi sesuatu di desa ini
3.      Adanya tradisi meboros kidang berburu kijang selama 3 (tiga) hari menjelang dilangsungkan piodalan (upacara) di Pura Desa
4.      Pada puncak upacara piodalan di Pura Puseh , Pura Bukit dilangsungkan tarian sacral Mekidang-kidangan oleh Teruna-Pesaren